Feeds:
Posts
Comments

The 2009 provisional entry list for the FIM MotoGP World Championship as announced by the FIM on Monday 16th March is as follows:
3. DANI PEDROSA, REPSOL HONDA TEAM
4. ANDREA DOVIZIOSO, REPSOL HONDA TEAM
5. COLIN EDWARDS, MONSTER YAMAHA TECH 3
7. CHRIS VERMEULEN, RIZLA SUZUKI MOTOGP
14. RANDY DE PUNIET, LCR HONDA MOTOGP
15. ALEX DE ANGELIS, SAN CARLO HONDA GRESINI
24. TONI ELIAS, SAN CARLO HONDA GRESINI
27. CASEY STONER, DUCATI MARLBORO TEAM
33. MARCO MELANDRI, HAYATE RACING TEAM
36. MIKA KALLIO, PRAMAC RACING
46. VALENTINO ROSSI, FIAT YAMAHA TEAM
52. JAMES TOSELAND, MONSTER YAMAHA TECH 3
59. SETE GIBERNAU, GUINEA ECUATORIAL TEAM
65. LORIS CAPIROSSI, RIZLA SUZUKI MOTOGP
69. NICKY HAYDEN, DUCATI MARLBORO TEAM
72. YUKI TAKAHASHI, SCOT RACING TEAM MOTOGP
88. NICCOLO CANEPA, PRAMAC RACING
99. JORGE LORENZO, FIAT YAMAHA TEAM

 

Liverpool Hancurkan MU

MANCHESTER, KOMPAS.com - Liverpool menghancurkan Manchester United pada duel lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, Sabtu (14/3). Tim tamu menang 4-1 sekaligus menghambat laju MU mengejar juara musim ini.

Ini merupakan sejarah baru bagi Liverpool, yang selalu kalah di Old Trafford sejak lima tahun silam. Kemenangan “The Reds” di kandang MU terakhir kali terjadi pada April 2004, saat Gerard Houllier masih menjadi pelatih. Kemenangan ini sekaligus merupakan kemenangan ke-100 di Premier League bagi pelatih Rafael Benitez sejak datang ke Anfield pada Juni 2004. 

Kemenangan “The Kop” pun serasa manis karena hasil ini membuat posisi mereka naik ke urutan kedua dan memangkas jaraknya dengan MU menjadi berselisih empat poin. Chelsea bisa memanaskan persaingan perebutan gelar musim ini jika berhasil mengalahkan Manchester City, Minggu (15/3). 

Steven Gerrard yang mencetak dua gol ke gawang Real Madrid di leg kedua Liga Champions lagi-lagi memberikan gol penentu bagi “The Reds”. Sang kapten mengubah skor menjadi 2-1 menjelang istirahat menyusul gol dari Fernando Torres pada menit ke-28, yang menyamakan gol penalti Cristiano Ronaldo di menit ke-23. 

“Setan Merah” sebetulnya memiliki sejumlah peluang mencetak gol di babak kedua. Wayne Rooney, misalnya, bisa mencetak gol jika ia berhasil mencuri bola muntah hasil tendangan Ronaldo pada menit ke-48. Rapatnya pertahanan Liverpool juga mementahkan tendangan salto pemain MU pada menit ke-55. Carloz Tevez pun semestinya bisa melakukan tendangan salto menyambut umpan Wayne Rooney pada menit ke-63. 

Liverpool kemudian mencoba bertahan dengan memasukkan Andrea Dossena dan menarik Alberto Riera. Sebaliknya, MU menambah daya gedor dengan memasukkan tiga pemain sekaligus, termasuk Dimitar Berbatov. 

Sayang bagi MU, Nemanja Vidic kembali melakukan kesalahan yang membuatnya diusir dari lapangan pada menit ke-76. Vidic yang telat mengusir bola dan membuat Torres mencetak gol pertama Liverpool terpaksa menarik celana Gerrard di dekat kotak penalti. Wasit langsung menghadiahinya dengan kartu merah. 
Tendangan bebas untuk “The Reds” dieksekusi oleh Fabio Aurelio. Sepakan Aurelio meluncur mulus ke sisi kiri gawang Edwin van der Sar. 

Keunggulan 3-1 tak membuat Liverpool puas. Memasuki injury time, tim tamu menambah satu gol lagi melalui Dossena. Pemain yang juga mencetak gol di gawang Madrid itu langsung menendang tendangan jarak jauh kiper Pepe Reina. Bola melambung tinggi di atas Van der Sar yang berada jauh di depan gawang. Gol, 4-1 untuk Liverpool. 

Susunan pemain 
Man. United:
 Van der Sar; O’Shea, Vidic, Ferdinand, Evra; Ronaldo, Anderson (Scholes 72), Carrick (Giggs 72), Park (Berbatov 72); Tevez, Rooney 
Liverpool: Reina; Carragher, Hyppia, Skrtel, Aurelio; Lucas, Mascherano; Riera (Dossena 67), Gerrard (El Zhar 90), Kuyt; Torres (Babel 81)

go LIVERPOOL….

 

804668_biglandscape

Benayoun backs Liverpool to complete job

Goalscorer Yossi Benayoun believes nobody should have been surprised to see Liverpool FC collect a 1-0 victory at Real Madrid CF on Wednesday, given the Merseysiders’ knack for masterminding impressive results at some of Europe’s most daunting venues.

Reds pedigree
Liverpool have won two-legged ties against the likes of FC Barcelona, Juventus and FC Internazionale Milano in recent years and they gave themselves an excellent chance of pipping Madrid to the UEFA Champions League quarter-finals when Benayoun decided a tight affair with a confident header eight minutes from time at the Santiago Bernabéu. Turning in Fábio Aurélio’s free-kick from the right, the Israeli midfielder left Madrid needing victory at Anfield on 10 March to have any hope of reaching the last eight for the first time since 2004.

Confidence flowing
“Liverpool have proved over the last few years that we can beat anybody,” said Benayoun. “We proved that again today against a Real Madrid team in great form. We came here, worked hard and we were lucky enough to score in the end to get a great win.” A goal to the good, Benayoun now expects his side to complete the task next month. “This result gives us a lot of confidence,” he added. “To come and score an away goal – everyone knows that’s the most important thing in the Champions League. This was the best result we could get. At Anfield, with the supporters behind us, we’ll play with more confidence, we’ll play better and I’m sure we’ll win.”

Influential duo
That Liverpool achieved the result largely without Steven Gerrard and Fernando Torres made it all the more notable. After all the speculation surrounding his fitness, captain Gerrard came on as an 88th-minute substitute, while prolific marksman Torres was withdrawn on 62 minutes, still feeling the effects of a first-half injury. “It will be easier for us when both of them play,” said Benayoun, who owed his starting berth to Gerrard’s absence. “Steven Gerrard is the most important player on this team, so when he’s not playing everyone needs to work harder and it’s difficult to fill his place. Hopefully he’ll be ready for the next game and that will make things easier.”

Kuyt caution
No one in the visitors’ camp feels the return match is a foregone conclusion, however. “We all said to each other in the dressing room that it’s still only half-time,” explained forward Dirk Kuyt. “We’ve got another really important game to play against Madrid and they’re a really good side. We knew they’d scored a lot of goals in their last few games and that we’d have to defend well, but we also wanted to score a goal and that’s what we did. We’re satisfied with the result but we still have to play another game.”

tentang Lebah Madu

Hampir semua orang tahu bahwa madu adalah sumber makanan penting bagi tubuh manusia, tetapi sedikit sekali manusia yang menyadari sifat-sifat luar biasa dari sang penghasilnya, yaitu lebah madu.
Sebagaimana kita ketahui, sumber makanan lebah adalah sari madu bunga (nektar), yang tidak dijumpai pada musim dingin. Oleh karena itulah, lebah mencampur nektar yang mereka kumpulkan pada musim panas dengan cairan khusus yang dikeluarkan tubuh mereka. Campuran ini menghasilkan zat bergizi yang baru -yaitu madu- dan menyimpannya untuk musim dingin mendatang.
Sungguh menarik untuk dicermati bahwa lebah menyimpan madu jauh lebih banyak dari yang sebenarnya mereka butuhkan. Pertanyaan pertama yang muncul pada benak kita adalah: mengapa lebah tidak menghentikan pembuatan dalam jumlah berlebih ini, yang tampaknya hanya membuang-buang waktu dan tenaga? Jawaban untuk pertanyaan ini tersembunyi dalam kata “wahyu [ilham]” yang telah diberikan kepada lebah, seperti disebutkan dalam ayat tadi.
Lebah menghasilkan madu bukan untuk diri mereka sendiri, melainkan juga untuk manusia. Sebagaimana makhluk lain di alam, lebah juga mengabdikan diri untuk melayani manusia; sama seperti ayam yang bertelur setidaknya sebutir setiap hari kendatipun tidak membutuhkannya dan sapi yang menghasilkan susu jauh melebihi kebutuhan anak-anaknya.

Pengaturan Yang Luar Biasa Dalam Sarang Lebah

Kehidupan lebah di sarang dan pembuatan madunya sangatlah menakjubkan. Tanpa membahas terlalu terperinci, marilah kita amati ciri-ciri utama “kehidupan masyarakat” lebah. Lebah harus melaksanakan banyak “tugas” dan mereka mengatur semua ini dengan pengaturan yang luar biasa.
Pengaturan kelembapan dan pertukaran udara: Kelembapan sarang, yang membuat madu memiliki tingkat keawetan yang tinggi, harus dijaga pada batas-batas tertentu. Pada kelembapan di atas atau di bawah batas ini, madu akan rusak serta kehilangan keawetan dan gizinya. Begitu juga, suhu sarang haruslah 35 derajat celcius selama sepuluh bulan pada tahun tersebut. Untuk menjaga suhu dan kelembapan sarang ini pada batas tertentu, ada kelompok khusus yang bertugas menjaga pertukaran udara.
Jika hari panas, terlihat lebah sedang mengatur pertukaran udara di dalam sarang. Jalan masuk sarang dipenuhi lebah. Sambil menempel pada kayu, mereka mengipasi sarang dengan sayap. Dalam sarang yang baku, udara yang masuk dari satu sisi terdorong keluar pada sisi yang lain. Lebah pengatur pertukaran udara yang lain bekerja di dalam sarang, mendorong udara ke semua sudut sarang.
Perangkat pertukaran udara ini juga bermanfaat melindungi sarang dari asap dan pencemaran udara.

Penataan kesehatan: Upaya lebah untuk menjaga mutu madu tidak terbatas hanya pada pengaturan kelembapan dan panas. Di dalam sarang terdapat jaringan pemeliharaan kesehatan yang sempurna untuk mengendalikan segala peristiwa yang mungkin menimbulkan berkembangnya bakteri. Tujuan utama penataan ini adalah menghilangkan zat-zat yang mungkin menimbulkan bakteri. Prinsipnya adalah mencegah zat-zat asing memasuki sarang. Untuk itu, dua penjaga selalu ditempatkan pada pintu sarang. Jika suatu zat asing atau serangga memasuki sarang walau sudah ada tindakan pencegahan ini, semua lebah bertindak untuk mengusirnya dari sarang.
Untuk benda asing yang lebih besar yang tidak dapat dibuang dari sarang, digunakan cara pertahanan lain. Lebah membalsam benda asing tersebut. Mereka menghasilkan suatu zat yang disebut “propolis” (yakni, getah lebah) untuk pembalsaman. Getah lebah ini dihasilkan dengan cara menambahkan cairan khusus yang mereka keluarkan dari tubuh kepada getah yang dikumpulkan dari pohon-pohon seperti pinus, hawwar, dan akasia. Getah lebah juga digunakan untuk menambal keretakan pada sarang. Setelah ditambalkan pada retakan, getah tersebut mengering ketika bereaksi dengan udara dan membentuk permukaan yang keras. Dengan demikian, sarang dapat bertahan dari ancaman luar. Lebah menggunakan zat ini hampir dalam semua pekerjaan mereka.
Sampai di sini, berbagai pertanyaan muncul dalam pikiran. Propolis mencegah bakteri apa pun hidup di dalamnya. Ini menjadikan propolis sebagai zat terbaik untuk pembalsaman. Bagaimana lebah mengetahui bahwa zat tersebutlah yang terbaik? Bagaimana lebah menghasilkan suatu zat, yang hanya bisa dibuat manusia dalam laboratorium dan menggunakan teknologi, serta dengan pemahaman ilmu kimia? Bagaimana mereka mengetahui bahwa serangga yang mati dapat menimbulkan tumbuhnya bakteri dan bahwa pembalsaman akan mencegah hal ini?
Sudah jelas lebah tidak memiliki pengetahuan apa pun tentang ini, apalagi laboratorium. Lebah hanyalah seekor serangga yang panjangnya 1-2 cm dan ia melakukan ini semua dengan apa yang telah diilhamkan Tuhannya. Ref. Harun Yahya

ACARA PAHARGYAN RESEPSI WISUDANING TEMANTEN

Bismillahirrohmanirrohim
Assalamu ‘alaikum Wr. Wb,

Dhumateng panjenenganipun para pepundhen, para sesepuh pinisepuh ingkang hanggung mastuti dhumateng pepoyaning kautaman ingkang pantes pinundhi, para pangemban pangembating praja satriyaning negari minangka pandam pandoming para kawula dasih ingkang sinuba ing pakurmatan, para sarjana, para sujana sujananing budi ingkang sampun wenang hanampi wahyuning kasutapan ingkang satuhu bagya mulya, nun inggih brayat ageng baraya wira wiyata, baraya wira tamtama, para puma karya labet praja ingkang mahambeg luhuring darma, para alim, para ulama ingkang rinten dalu tansah sumandhing kitab suci wahyuning Ilahi minangka panuntun keblating panembah ingkang satuhu luhuring budi, panjenenganipun para satya wredha, carana madya, para tamu kakung sumawana putri ingkang pantes nampi pakurmatan satuhu pantes lamunta sinudarsana.
Mradapa awit saking keparengipun Bp ___________ sekalihan garwa, kula ingkang kapitedhan sinaraya hambuka wiwaraning suka, wenganing wicara, dwaraning kandha pinangka jejering pambiwara ngaturaken urut reroncening tata upacara ingkang sampun rinakit, rinancang dening para kulawangsa ingkang tartamtu kewala kaeneraken wonten ing pawiwahan prasaja ing hari kalenggahan punika, nun inggih panjenenganipun
Bp ___________ netebi darmaning asepuh hangrakit sekar cepaka mulya, miwaha siwi mahargya suta. Kanthi raos panalangsa ingkang hamengku karsa nyuwun wonten ngarsanipun Gusti ingkang akarya loka, miwah nyuwun donga pangestunipun para lenggah, mugi kaleksananing sedya ing hari kalenggahan punika purwa madya wasana tansah pinaringan rahayu wilujeng tebih ing sambekala.
Para rawuh saha para lenggah saderengipun kula ngaturaken urut reroncening tata upacara ing ri kalenggahan punika mugi sageta jumbuh kalihan kuncaraning bangsa nuswantara ingkang linambaran luhur sarta agunging Pancaslia sumangga nun dhumateng para rawuh saha para lenggah langkung – langkung para pinisepuh ingkang sampun handungkaping yuswa ingkang ateges sampun pana ing pamawas, keblating panembah saha lebda ing pitutur kula dherekaken manungku puja hastawa puji hastuti wonten ngarsanipun Gusti purbaningrat, karana agung barokah saha rahmatipun ingkang rumentah dhumateng panjenengan sadaya dalasan kula ingkang sarta mugi lampahing tata upacara pahargyan prasaja ing ri kalenggahan punika tansah winantu ing suka basuki rahayu nir ing sambekala.
poro rawuh adicoro upocoro wisudaning putro pengantin kapurwakani kanti lipinanggih temanten rinengganani ki panggrenggut busono…………………………………………mijil saking……………………

Kunjuk dumateng kipanggrenggut busono enggalo hanganti temanten putri tumuju ing sasono rinenggo. Kairing swaraning gending ketawang puspowarno

Tuladha Panyandra
Temanten Putri Kalenggahaken

Binarung swaraning pradangga hangrangin hambabar ketawang Puspawarna, ana ganda hangambar arum katiyubing samirana manda, kawistara jengkaring sri atmaja temanten putri mijil saking tepas wangi, tepas mengku werdi papan wangi wus hangarani ateges mijil saking panti busana nedya humarak sowan wonten ngarsanipun para rawuh manjing salebeting sasana rinengga kinanthenan Ibu ___________ saha
Ibu ___________
Sri temanten putri hangagem busanaa ingkang sarwa retna hangemba busananing garwa nata, katon pating galebyar pating pancurat lamun kasaru sunaring pandam kurung ingkang hangrenggani sasana adi, pan yayah kartika hasilih prenah.
Hangagem puspito rinonce ing ukelira, sinampiraken wonten ing pamidhangan kanan, lamun katiyubing samirana manda kongas gandane hangebegi wisma pawiwahan, endah edining busana hamimbuhi gandes luwes solah bawane, lamunta cinandra ical sipating janma sawantah pan yayah Bathari ___________ tumurun.
Tindakira sri atmaja temanten putri hamucang kanginan, lengkeh – lengkeh pindha singa lupa, sapecak mangu satindak kendel pangudasmaraning driya ingkang dereng kawijiling lesan hangrantu praptaning mudha taruna minangka gegantilaning nala.
Wus handungkap prapta hunggyan ingkang tinuju, putra temanten putri nulya kalenggahaken wonten ing sasana rinengga hangrantu laksitaning adicara ingkang sampun tinamtu.

Tuladha Aturipun Panatacara Sasampunipun
Temanten Putri Lenggah Hangancik
Adicara Salajengipun

Para rawuh saha para lenggah, kawistara sri atmaja temanten putri sampun lenggah hanggana raras wonten sasana adi inggih ing sasana rinengga ingkang ateges lenggah piyambakan lamun cinitra ing ukara semu kuciwa ing wardaya kaya – kaya hangrantu praptaning satriya mudha ingkang dadya gegantilaning nala, memaniking netra kang lagya labuh nagara.
Nun inggih para rawuh saha para lenggah, laksitaning tata upacara salajengipun sowaning putra temanten kakung saking wisma palereman.

Tuladha Aturipun Panatacara Badhe Jengkaring
Temanten Kakung Saking Wisma Palereman

Nun inggih panjenenganipun para rawuh saha para lenggah, caraka pamethuking putra temanten kakung inggih panjenenganipun
Bp ___________ saha Bp ___________ sampun dumugi sasana ingkang tinuju nulya hanjengkaraken Sri atmaja temanten kakung, jengkaring putra temanten kakung ginarubyug para kadang wandawa binarung ungeling ladrang wilujeng laras pelog pathetbarang,

Tuladha Panyandra Sowaning Putra Temanten Kakung
Saking Wisma Palereman

Binarung swaraning gangsa ingkang hangrangin hambabar ladrang wilujeng, kawistingal jengkaring putra temanten kakung saking wisma palereman ing pangajab mugi tansah manggih kawilujengan kalis hing sambekala, gumebyar busananing putra temanten kakung hangagem busana ingkang tinaretes benang sotya, ngagem kuluk kanigara hangemba busananing nata.
Dhampyak – dhampyak para kadang wandawa ingkang samya hangayab tindakipun putra temanten kakung, temanten kakung hanggenya lumaksana lengkeh – lengkeh pindha singa lupa, riak hanggajah ngoling sapecak mangu satindak kendel semu hangungun hanguningani endah edining swasana ingkang hangrenggani tawinging wiwara.
Wus handungkap unggyan ingkang tinuju gya kendel tindakira wonten sangajenging wiwara, keparenging sedya hangrantu laksitaning adicara salajengipun.

Tuladha Aturipun Panatacara
Badhe Upacara Pasrah Temanten

Wus tinata titi tataning gati, nun inggih putra temanten kakung sampun jumeneng wonten sangajenging wiwara kepareng badhe hanetebi upacara pasrah, wondene ingkang kepareng hamasrahaken panjenenganipun
Bp ___________ minangka sulih salira panjenenganipun
Bp ___________ (ingkang mengku gati, menawi temanten saking wisma palereman) Bp ___________ (Besan, menawi putra temanten saking dalemipun piyambak).
Wondene ingkang piniji hanampi panjenenganipun Bp ___________ jumenengipun Bp ___________ ingkang kepareng hanjajari panjenenganipun Bp ___________ ingkang sarta
Bp ___________ hambok bilih sampun samekta ing samudayanipun saha swasana kasumanggakaken dhumateng para – para ingkang piniji, sumangga nun nuwun.

Tuladha Panyandra Panggihing Temanten

Wus dumugi wahyaning mangsakala dhumawahing kodrat, sri atmaja temanten hanetebi tata upacara adat widi widana ingkang sampun sinengker wonten talatah ________________ nun inggih upacara panggih, adat mengku werdi tata cara, widi werdinipun Gusti, winengku werdi luhur wondene dana mengku werdi paweweh dados adat widi widana hamengku werdi tata cara paringipun Gusti ingkang linangkung, punapa ta werdinipun panggih inggih punika pangudi gambuhing panggalih, mila mboten mokal wonten titahing Gusti ingkang asipat jalu lawan wanita ingkang sumedya hanetepi jejering agesang, hangancik ing alam madya, mastuti ila – ila ujaring kina ingkang cinandhi hing akasa jinempana ing maruta, sarta mulat edi endahing budaya tulus.
Budaya ateges laku pangolahing budi, wondene titikanipun tiyang ingkang budaya punika
1. landhep panggraitane,
2. tanggap ing sasmita,
3. susila hanuraga,
punika ingkang saget hambabar pakarti budi luhur, ingkang nyata mengku werdi tansah hangesthi Hayu – Hayom – Hayem – Hangayomi gesanging bebrayan agung.
Saya caket tindakira temanten kekalih, gya samya apagut tingal, tempuking catur netra handayani pangaribawa ingkang hambabar manunggaling nala ingkang tumanem ing sanubari, nulya kumlawe astane temanten putri sarwi hambalang gantal mring temanten kakung ingkang winastan gondhang kasih, temanten kakung gumanti hambalang gondhang tutur, punapa ta wujud miwah werdinipun gantal, gantal dumadi saking suruh ingkang lininting tinangsulan lawe wenang, pinilih suruh ingkang tinemu rose, ingkang mengku werdi : Suruh lamun dinulu beda lumah lawan kurebe yen ginigit tunggal rasane, mengku pralampita dhumateng putra temanten mugi tansah manunggal cipta, rasa miwah karsane suruh asung pitedah sumurupa nganti weruh, bisoa nganti tekan raosing rasa inggih rasa sejati.
Sanadyan ingkang sajuga jejer priya kang sawiji putri, lamun bisa manunggalake tekat lan rasane, pinesthi dadi jatu kramane.
Werdinipun priya saking tembung pari ingkang linangkung, hoya ateges kuwat utawi santosa, wondene tembung putri mengku werdi haywa supe ing pametrinira marang badanira priyangga.
Tinangsulan lawe wenang werdinipun tinangsulan lan akrami kaiket ing prasedya luhur, mugi anggenya mangun bebrayan mboten nalisir saking hangger paugeraning kautaman.
Paripurna titilaksitaning upacara panggih, putra temanten sekalihan gya siningeban sindur dening ingkang rama, asung pralampita putra temanten tansah tinuntun ing reh kautaman anggenipun ngancik ing alam madya tansah pinaringan karaharjan miwah kabagaswarasan, hanjayeng bawana salaminya.
Para rawuh saha para lenggah, wus handungkap prapteng unggyan ingkang tinuju, sung sasmita panganthining temanten, gya kalenggahaken ing sasana wisudha tama hangrantu laksitaning tata upacara ingkang sampun tinata, nuwun.

Tuladha Aturipun Panatacara
Badhe Upacara Sungkem

Nun inggih para rawuh saha para lenggah, kadang besan sutresna panjenenganipun Bp ___________ sekalihan (besan) sampun lenggah aben ajeng kalihan Bp ___________ sekalihan (ingkang mengku gati) wonten ing sasana ingkang sampun sumadya, keparenging sedya badhe hanampi sungkeming putra temanten sekalihan, ingkang piniji nglolos dhuwung panjenenganipun Bp ___________ hambok bilih sampun samekta ing gati, rahayuning sedya kasumanggakaken para-para ingkang piniji, sungkeming putra temanten sinarengan rerepen sekar macapat dhandhanggula, sumangga nun nuwun.

Tuladha Rerepen Dhandhanggula Kangge
Nyarengi Upacara Sungkem

1. Rama ibu kang luhuring budi
Ingkang hangukirjiwa lan raga
Kang agung pangurbanane
Paring pituduh luhur
Rina wengi tansah hangesthi
Mrih rahayuning putra
Lulus kang ginayuh
Sadaya ribet rubeda
Linambaran kanthi sabaring penggalih
Tuhu pantes sinembah.

2. Kadya sinendhal rasaning ati
Panyungkeme kang putra sajuga
Tumetes deres waspane
Tan kawawa jroning kalbu
Ngondhok-ondhok rasaning galih
Alon ngandikanira
Dhuh angger putraku
Sun tampa panyungkemira
Muga-muga antuk barkahing Hyang Widi
Nggonira jejodhohan.

3. Piwelingku aja nganti lali
Anggonira mbangun bale wisma
Runtut atut sakarone
Adohna tukar padu
Tansah eling sabarang ati
Kuwat nampa panandhang
Tan gampang amutung
Dadiya tepa tuladha
Uripira migunani mring sesami
Hayu – hayu pinanggya.

Tuladha Aturipun Panatacara
Paripumaning Upacara Sungkem

Paripurna putra temanten hanggennya ngaras pada wonten ngarsanipun rama miwah ibu kanthi lulus raharja hing sambekala.
Para rawuh saha para lenggah, titi laksana upacara salajengipun nun inggih atur pambagya yuwana saking panjenenganipun Bp ___________ (ingkang mengku gati), panjenenganipun Bp ___________ (ingkang mengku gati) keparenging sedya badhe hangaturaken raos suka ebahing manah bingah inggih atur pambagyaharja dhumateng panjenenganipun para rawuh saha para lenggah, inggih karana bombong birawaning manah ingkang mboten saget ginambaraken ing mriki, pindha kajugrugan harga inten karoban seganten madu, anggenya badhe matur mboten kawiyos wijiling lesan amung kandheg wonten samadyaning jangga, sinten ta minangka talanging basa atur pambagya, tan nolyan panjenenganipun Bp. ___________ mbok bilih sampun samekta ing gati mrih rahayuning sedya kasumanggakaken, nuwun.

Tuladha Aturipun Panatacara
Badhe Paripurnaning Gati

Nun inggih para rawuh saha para lenggah, kados sampun ndungkap paripurna lampahing tata upacara pawiwahan prasaja ing ri kalenggahan punika, ingkang punika jumbuh kahan urut reRoncening tata upacara ingkang sampun rinakit, purwa, madya, wasana sampun kalampahan kanthi wilujeng nir ing sambekala, awit saking punika tebih saking raos panundhung saking panjenenganipun Bp __________ (ingkang mengku gati) anggenipun nampi keraWuhan panjenengan kiranging tanggap, tangguh, gupuh miwah suguh mugi diagung pangaksama panjenengan sadaya, jengkaring putra temanten saking sasana wisudha tama minangka paripurnaning pawiwahan, ingkang kepareng hanganthi jengkaripun nun inggih panjenenganipun Bp __________ sekalihan, jengkaring putra temanten binarung ungeling gangsa ladrang gleyong laras pelog pathet nem sumangga, nun nuwun.
Hamung semanten panjenenganipun para rawuh saha para lenggah pahargyan prasaja ing ri kalenggahan punika, mila awit saking punika kula minangka jejering pambiwara tartamtu kathah kekiranganipun saha kekilapan labed budi dayaning manungsa kirang sampurna ingkang sarta kirang pana anggen kula nampi wewarah mawantu – wantu ngaturaken tebah siti sekul binuntel roning kalapa, apuranta mbok bilih wonten lepat kula.
Akhirul kalam wabillahi taufiq wal hidayah, Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Keterangan:
Tuladha lampahing upacara pawiwahan punika saged dipun wuwuhi utawi dipun kirangi punapa dene dipun ewahi manut miturut kabetahan tuwin kawontenan (swasanA)

 

Pelukan dan Ciuman

 

قَالَ رَجُلٌ : يَا رَسُولَ اللهِ ، أَحَدُنَا يَلْقَى صَدِيقَهُ أَيَنْحَنِي لَهُ ؟ قَالَ : فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لاَ . قَالَ : فَيَلْتَزِمُهُ وَيُقَبِّلُهُ ؟ قَالَ : لاَ . قَالَ : فَيُصَافِحُهُ ؟ قَالَ : نَعَمْ إِنْ شَاءَ.

Ada seorang yang bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah jika ada di antara kami yang berjumpa dengan temannya apakah boleh dia menundukkan badan kepadanya?” Jawab Nabi, “Tidak boleh.” “Apakah boleh memeluknya dan menciumnya”, tanya orang tersebut untuk kedua kalinya. Sekali lagi Nabi mengatakan, “Tidak boleh”. Berikutnya penanya kembali bertanya, “Apakah boleh menjabat tangannya?” Nabi bersabda, “Boleh, jika dia mau.” (HR Ahmad no. 13044 dari Anas bin Malik, dinilai hasan oleh Al Albani dalam Silsilah Shahihah, no. 160)

 

Dalam riwayat Ibnu Majah no 3833 dan dinilai hasan oleh Al Albani di sebutkan,

قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَنْحَنِى بَعْضُنَا لِبَعْضٍ قَالَ « لاَ ». قُلْنَا أَيُعَانِقُ بَعْضُنَا بَعْضًا قَالَ « لاَ وَلَكِنْ تَصَافَحُوا ».

Kami (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah apakah kami boleh saling menundukkan badan?” “Tidak boleh,” jawab Nabi dengan tegas. Kami juga bertanya, “Apakah kami boleh saling memeluk?” Nabi bersabda, “Tidak boleh tapi boleh saling menjabat tangan.”

قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ الرَّجُلُ مِنَّا يَلْقَى أَخَاهُ أَوْ صَدِيقَهُ أَيَنْحَنِى لَهُ قَالَ « لاَ ». قَالَ أَفَيَلْتَزِمُهُ وَيُقَبِّلُهُ قَالَ « لاَ ». قَالَ أَفَيَأْخُذُ بِيَدِهِ وَيُصَافِحُهُ قَالَ « نَعَمْ ».

Dalam riwayat Tirmidzi no 2947, ada seorang yang bertanya, “Wahai Rasulullah ada seorang di antara kami berjumpa dengan saudaranya atau temannya, apakah dia boleh menundukkan badan kepadanya?” Jawaban Nabi, “Tidak boleh.” “Apakah boleh memeluk dan menciumnya?”, tanya orang tersebut. “Tidak boleh,” jawab Nabi. “Apakah boleh memegang tangannya dan menjabatnya?”, tanya orang tersebut kembali. Jawaban Nabi, “Boleh.” Hadits ini dikomentari Tirmidzi, “Ini adalah hadits hasan.” Demikian pula Al albani. Juga disetujui oleh al Hafizh Ibnu Hajar dalam Talkhish, no. 367.

Ada sebagian orang yang berpendapat bahwa larangan berciumanketika bertemu dalam hadits di atas hanya berlaku jika motifnya adalah motif duniawi semisal karena orang tersebut kaya, berpangkat atau berkedudukan tinggi.

Anggapan ini dikomentari Syaikh Al Albani sebagai berikut, “Ini adalah pemahaman yang batil karena para sahabat yang bertanya kepada Nabi sama sekali tidak bermaksud menanyakan ciuman dengan motif demikian, tapi yang ditanyakan adalah ciuman dengan motif penghormatan. Sebagaimana mereka bertanya tentang menundukkan badan, berpelukan dan berjabat tangan, semua itu dilakukan dengan motif penghormatan. Meski demikian tidak ada yang Nabi izinkan kecuali sekedar berjabat tangan. Apakah jabat tangan yang ditanyakan adalah jabat tangan dengan motif duniawi? Tentu tidak.

Sehingga hadits di atas adalah dalil tegas menunjukkan tidak disyariatkannya berciuman ketika bertemu, namun hal ini tidak berlaku untuk anak dan istri sebagaimana dimaklumi.

Sedangkan hadits-hadits yang menunjukkan bahwa Nabi mencium beberapa sahabat dalam beberapa kesempatan semisal Nabi mencium dan memeluk Zaid bi Harits ketika Zaid tiba di kota Madinah. Nabi juga pernah mencium dan memeluk Abul Haitsam bin at Taihan, dll. maka disusukkan sebagai berikut.

Pertama, hadits-hadits tersebut adalah hadits-hadits yang cacat (baca: lemah) sehingga tidak bisa dipergunakan sebagai dalil. Mudah-mudahan kami bisa membahas secara khusus hadits-hadits tersebut dan menjelaskan kecacatannya, insya Allah.

Kedua, andai ada yang shahih maka hadits tersebut tidak bisa dipergunakan untuk menentang hadits yang jelas-jelas shahih di atas karena perbuatan mengandung banyak kemungkinan semisal itu adalah hukum khusus untuk Nabi atau kemungkinan lain yang memperlemah kekuatan hadits tersebut untuk melawan hadits di atas. Hadits di atas merupakan sabda nabi dan ditujukan untuk seluruh umat sehingga lebih kuat dari pada hadits yang menceritakan perbuatan Nabi.

Adalah kaidah baku dalam ilmu ushul fiqh bahwa sabda Nabi itu lebih didahulukan dari pada perbuatan Nabi ketika terjadi pertentangan. Demikian dalil yang memuat larangan itu lebih diutamakan dari pada hadits yang memuat hukum boleh. Sedangkan hadits di atas adalah sabda Nabi dan berisi larangan sehingga harus lebih diutamakan dari pada hadits-hadits yang lain. Inilah yang kita katakan seandainya hadits-hadits tersebut shahih.

Demikian pula yang kita katakan terkait dengan berpelukan dan saling mendekap saat bersua, perbuatan ini tidaklah disyariatkan karena dilarang dalam hadits di atas.

Akan tetapi Anas mengatakan, “Para sahabat jika bertemu mereka saling berjabat tangan dan jika ada yang tiba dari bepergian mereka saling berpelukan.” (HR Thabrani dalam al Ausath dan para perawinya adalah para perawi dalam kitab shahih sebagaimana yang dikatakan oleh al Mundziri, 3/270 dan al Haitsami, 8/36).

Juga diriwayatkan oleh Baihaqi dengan sanad yang shahih dari Sya’bi, “Para sahabat Muhammad jika bertemu mereka saling berjabat tangan dan jika ada yang tiba dari bepergian mereka saling berpelukan.”

Dari jabir bin Abdillah, “Aku mendengar adanya sebuah hadits dari seorang yang mendengar dari Rasulullah. Aku lantas membeli seekor unta lalu kupasang di atasnya pelana unta. Aku bepergian menuju tempat orang tersebut selama sebelum hingga akhirnya aku tiba di Syam dengan unta tersebut. Ternyata orang tersebut adalah Abdullah bin Anis. Aku lalu berkata kepada satpam, penjaga pintu, ‘Katakan padanya bahwa Jabir ada di depan pintu.’ Lalu dia bertanya, “Jabir bin Abdullah?” “Ya”, kataku. Abdullah lantas keluar dengan menginjak kainnya lalu memelukku dan aku pun memeluknya.” (HR Bukhari dalam Adabul Mufrod, no. 970 dan Ahmad 3/495, sanadnya hasan sebagaimana yang dikatakan oleh Al Hafizh 1/195 dan diriwayatkan Bukhari dalam shahihnya tanpa sanad)

Menimbang riwayatt-riwayat tersebut bisa kita katakan bahwa saling berpelukan sepulang bepergian diperbolehkan mengingat para sahabat melakukannya.

Oleh karena itu andai hadits-hadits tentang berpelukan yang Nabi lakukan itu shahih maka itu hanya ditujukan kepada yang baru pulang dari bepergian.

Sedangkan tentang mencium tangan terdapat banyak hadits dan riwayat dari salaf yang secara global menunjukkan bahwa hal itu memang benar-benar dari Nabi. Karenanya kami berpendapat boleh mencium tangan seorang ulama asal syarat-syarat berikut.

Pertama, hal itu tidak dijadikan sebagai kebiasaan sehingga seorang ulama terbiasa mengulurkan tangannya kepada murid-muridnya dan para murid terbiasa ngalap berkah dengan melakukan hal tersebut. Karena Nabi meski tangannya pernah dicium tapi itu sangat jarang. Jika demikian maka tidak boleh dijadikan kebiasaan yang terus menerus dilakukan sebagaimana diketahui dalam Qowaid Fiqhiyyah.

Kedua, cium tangan tersebut tidak menyebabkan sang ulama merasa sombong terhadap yang lain dan menganggap hebat dirinya sendiri sebagaimana realita sebagian kyai di masa ini.

Ketiga, cium tangan tersebut tidak menjadi sarana menihilkan sunnah yang sudah umum dikenal semisal sunnah berjabat tangan. Berjabat tangan disyariatkan dengan dasar perbuatan dan sabda Nabi. Berjabat tangan adalah sebab rontoknya dosa-dosa orang yang melakukannya sebagaimana yang terdapat dalam beberapa hadits. Karenanya tidak boleh menghilangkan jabat tangan disebabkan suatu hal yang kemungkinan tertingginya adalah sekedar boleh.” (Silsilah Shahihah, 1/249)

***

Artikel www.muslimah.or.id

Kisah Mahar Paling Mulia

Sejarah telah berbicara tentang berbagai kisah yang bisa kita jadikan pelajaran dalam menapaki kehidupan. Sejarah pun mencatat perjalanan hidup para wanita muslimah yang teguh dan setia di atas keislamannya. Mereka adalah wanita yang kisahnya terukir di hati orang-orang beriman yang keterikatan hati mereka kepada Islam lebih kuat daripada keterikatan hatinya terhadap kenikmatan dunia. Salah satu diantara mereka adalah Rumaisha’ Ummu Sulaim binti Malhan bin Khalid bin Zaid bin Haram bin Jundub bin Amir bin Ghanam bin Adi bin Najar Al-Anshariyah Al-Khazrajiyah. Beliau dikenal dengan nama Ummu Sulaim.

Siapakah Ummu Sulaim ?

Ummu Sulaim adalah ibunda Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terkenal keilmuannya dalam masalah agama. Selain itu, Ummu Sulaim adalah salah seorang wanita muslimah yang dikabarkan masuk surga oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau termasuk golongan pertama yang masuk Islam dari kalangan Anshar yang telah teruji keimanannya dan konsistensinya di dalam Islam. Kemarahan suaminya yang masih kafir tidak menjadikannya gentar dalam mempertahankan aqidahnya. Keteguhannya di atas kebenaran menghasilkan kepergian suaminya dari sisinya. Namun, kesendiriannya mempertahankan keimanan bersama seorang putranya justru berbuah kesabaran sehingga keduanya menjadi bahan pembicaraan orang yang takjub dan bangga dengan ketabahannya.

Dan, apakah kalian tahu wahai saudariku???

Kesabaran dan ketabahan Ummu Sulaim telah menyemikan perasaan cinta di hati Abu Thalhah yang saat itu masih kafir. Abu Thalhah memberanikan diri untuk melamar beliau dengan tawaran mahar yang tinggi. Namun, Ummu Sulaim menyatakan ketidaktertarikannya terhadap gemerlapnya pesona dunia yang ditawarkan kehadapannya. Di dalam sebuah riwayat yang sanadnya shahih dan memiliki banyak jalan, terdapat pernyataan beliau bahwa ketika itu beliau berkata,“Demi Allah, orang seperti anda tidak layak untuk ditolak, hanya saja engkau adalah orang kafir, sedangkan aku adalah seorang muslimah sehingga tidak halal untuk menikah denganmu. Jika kamu mau masuk Islam maka itulah mahar bagiku dan aku tidak meminta selain dari itu.” (HR. An-Nasa’i VI/114, Al Ishabah VIII/243 dan Al-Hilyah II/59 dan 60). Akhirnya menikahlah Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah dengan mahar yang teramat mulia, yaitu Islam.

Kisah ini menjadi pelajaran bahwa mahar sebagai pemberian yang diberikan kepada istri berupa harta atau selainnya dengan sebab pernikahan tidak selalu identik dengan uang, emas, atau segala sesuatu yang bersifat keduniaan. Namun, mahar bisa berupa apapun yang bernilai dan diridhai istri selama bukan perkara yang dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sesuatu yang perlu kalian tahu wahai saudariku, berdasarkan hadits dari Anas yang diriwayatkan oleh Tsabit bahwa Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda, “Aku belum pernah mendengar seorang wanita pun yang lebih mulia maharnya dari Ummu Sulaim karena maharnya adalah Islam.” (Sunan Nasa’i VI/114).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang kita untuk bermahal-mahal dalam mahar, diantaranya dalam sabda beliau adalah: “Di antara kebaikan wanita ialah memudahkan maharnya dan memudahkan rahimnya.” (HR. Ahmad) dan “Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya.”(HR. Abu Dawud)

Demikianlah saudariku muslimah…
Semoga kisah ini menjadi sesuatu yang berarti dalam kehidupan kita dan menjadi jalan untuk meluruskan pandangan kita yang mungkin keliru dalam memaknai mahar. Selain itu, semoga kisah ini menjadi salah satu motivator kita untuk lebih konsisten dengan keislaman kita. Wallahu Waliyyuttaufiq.

Maraji:

  1. Panduan Lengkap Nikah dari “A” sampai “Z” (Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin ‘Abdir Razzaq),
  2. Wanita-wanita Teladan Di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (Mahmud Mahdi Al Istanbuli dan Musthafa Abu An Nashr Asy Syalabi)

***

Artikel www.muslimah.or.id

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.